Banyak orang masih menganggap kalau dehidrasi cuma sekadar kurang minum saja. Sayangnya anggapan ini salah besar. 

Dehidrasi bukan cuma kekurangan minum saja. Lebih tepatnya dehidrasi adalah kondisi tubuh yang kekurangan cairan di dalam tubuh. Cairan di dalam tubuh tidak hanya terdiri dari air saja, tapi juga mengandung elektrolit, garam, mineral, dan gula darah yang penting untuk tubuh.

Zat-zat tersebut penting untuk menjaga aliran darah di dalam tubuh hingga sumber energi bagi otak untuk dapat bekerja. 

Ketika dehidrasi tidak segera diatasi, risikonya bisa sangat berbahaya. Pada beberapa kasus, dehidrasi akut dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. 

Sebelum hal ini terjadi, sebaiknya cegah dan atasi dehidrasi dengan mengenal beberapa ciri-ciri dehidrasi yang sering muncul ketika tubuh Anda mengalami dehidrasi. 

 

Ciri-Ciri Dehidrasi Pada Orang Dewasa

 

Secara umum, dehidrasi dibagi menjadi dua kategori. Dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Ketika Anda mengalami dehidrasi ringan, biasanya kondisi ini dapat dengan mudah diatasi dan tidak akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh.

Namun jika tidak segera diatasi, gejala dehidrasi ringan dapat berubah menjadi dehidrasi berat yang dapat merusak organ tubuh atau bahkan kematian. 

Sebelum terlambat, sebaiknya Anda segera atasi bahaya dehidrasi dengan mengenal beberapa gejala dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Di antaranya adalah:

 

Gejala Dehidrasi Ringan

Kondisi ini mengacu ketika Anda baru mengalami dehidrasi. Jika Anda segera mengatasi dehidrasi pada tahap ini, kemungkinan besar tubuh Anda dapat kembali pulih dan bekerja dengan normal lagi.

Namun, jika tidak segera ditangani, dehidrasi ringan dapat memicu risiko yang lebih berbahaya bagi tubuh. Berikut beberapa gejala dehidrasi ringan yang sering dialami oleh manusia. 

  • Merasa haus
  • Urin berubah warna menjadi pekat
  • Frekuensi buang air kecil menurun 
  • Mulut kering dan lengket
  • Cepat lelah dan mudah mengantuk
  • Sakit kepala dan pusing
  • Sembelit

 

Gejala Dehidrasi Berat

Ketika tubuh sudah mengalami dehidrasi berat, risiko yang ditimbulkan sangat besar ketika segera ditangani.

Dehidrasi berat dianggap sebagai kondisi medis darurat yang dibutuhkan penanganan dengan cepat. Gejalanya yang sering terjadi adalah:

  • Mudah marah dan kebingungan
  • Mata cekung dan air mata tidak keluar 
  • Mulut kering
  • Denyut jantung cepat namun lemah
  • Sesak nafas
  • Demam
  • Kulit menjadi lebih kaku dari biasanya
  • Tekanan darah rendah
  • Kejang
  • Kesadaran berkurang

 

Ciri-Ciri Dehidrasi Pada Anak dan Bayi

Dehidrasi tidak hanya diderita oleh dewasa saja, bayi dan anak-anak lebih rentan untuk mengalami dehidrasi. Ketika organ-organ di dalam tubuh belum dapat bekerja dan berkembang secara sempurna, dehidrasi dapat berakibat sangat fatal bagi bayi dan anak-anak.

Penyakit diare yang sering diderita oleh anak-anak menjadi salah satu penyebab utama dehidrasi dan tubuh kehilangan cairan pada anak-anak. Kasus ini sampai sekarang masih menjadi penyebab kematian bayi dan anak-anak terbanyak di Indonesia.

Untuk itu, sebelum hal ini terjadi sebaiknya kenali apa saja ciri-ciri dehidrasi pada anak, sehingga Anda dapat mencegahnya sebelum terlambat.

Sama halnya dengan gejala dehidrasi pada orang dewasa, dehidrasi pada bayi dan anak-anak pun dibagi menjadi dua, dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Berikut beberapa gejala yang sering muncul.

 

Ciri-Ciri Dehidrasi Ringan Pada Anak

  • Mulut dan bibir kering
  • Ketika menangis tidak mengeluarkan air mata
  • Rewel dan tidak aktif
  • Tidak kuat untuk menyusu
  • Warna urin lebih gelap dari biasanya dan baunya lebih menyengat
  • Popok kering meski sudah 6 jam

 

Ciri-Ciri Dehidrasi Berat Pada Anak

  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Tubuh terlihat pucat
  • Selalu lemas dan mengantuk
  • Sesak nafas
  • Ubun-ubun menyusut
  • Mata terlihat cekung ke dalam

 

Cara Mencegah dan Mengatasi Dehidrasi

Sebelum terlambat, dehidrasi harus segera diatasi. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dehidrasi tidak hanya bisa disembuhkan dengan minum air saja. Meskipun banyak minum air putih adalah pertolongan pertama ketika dehidrasi. Tapi ketika gejala dehidrasi sudah parah minum air putih saja tidak dapat mengatasinya. Berikut beberapa cara mengatasi dehidrasi baik pada dewasa maupun anak-anak.

 

1. Minuman Elektrolit

Minuman yang mengandung elektrolit paling dianjurkan ketika tubuh telah banyak kehilangan cairan setelah beraktivitas seperti berolahraga.

Cairan yang mengandung elektrolit dapat dengan cepat menggantikan natrium, kalsium, kalium, dan magnesium yang hilang dari dalam tubuh.

Kini sudah banyak minuman yang mengandung elektrolit yang banyak dijual. Anda dapat minum minuman tersebut untuk mengembalikan kadar elektrolit tubuh Anda kembali normal.

 

2. Oralit

Oralit adalah obat yang paling umum diberikan kepada penderita diare. Obat ini sangat mudah didapatkan dan sangat aman untuk digunakan bagi anak-anak dan dewasa.

Oralit mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. 

 

3. Renalyte

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang.

Kandungan Renalyte terdiri dari berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh saat dehidrasi, seperti Natrium, Kalium, Klorida, Sitrat, dan Glukosa. Ini semua adalah sumber elektrolit yang dibutuhkan tubuh manusia untuk rehidrasi dan mengembalikan kerja otot dan saraf tubuh kembali normal setelah tubuh kehilangan banyak cairan.

Renalyte sudah dikemas dalam botol siap minum sehingga praktis tak perlu diseduh dulu. Renalyte juga hadir dalam rasa buah yang enak dan segar, sehingga disukai anak-anak dan lebih mudah diberikan untuk mencegah dehidrasi pada anak.

Beli RENALYTE di sini