Jangan anggap remeh dehidrasi! Meskipun dehidrasi sering terjadi, kalau tidak segera diatasi dapat berakibat fatal. Terlebih jika hal ini terjadi pada bayi dan anak-anak. 

Dehidrasi Pada Bayi

Diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya sering buang air besar (BAB) terus menerus serta tinja yang dikeluarkan encer. Penyebab diare yang paling sering terjadi disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus, bakteri, atau parasit.

Penyakit diare menyerang sistem pencernaan tubuh. Saat seseorang mengalami diare, proses pencernaan tubuh akan terganggu. 

Bayi akan lebih mudah mengalami diare karena saluran pencernaannya masih rentan serta daya tahan tubuhnya yang belum berkembang dengan baik. Infeksi virus, bakteri, serta parasit merupakan penyebab utama diare pada bayi.

Diare yang diderita bayi adalah penyebab utama bayi mengalami dehidrasi. Karena cairan di dalam tubuh akan berkurang secara drastis ketika bayi mengalami diare.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit diare adalah penyakit yang paling sering diderita oleh anak-anak khususnya di negara berkembang dan angka kematiannya cukup tinggi.

Di Indonesia sendiri, diare merupakan penyebab kematian bayi kedua setelah pneumonia.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, anak-anak yang terjangkit diare di Indonesia sepanjang 2018 mencapai 4 juta orang.

Makanan yang kurang bergizi dan lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya menjadi sumber utama diare dan dehidrasi yang terjadi di Indonesia. 

Gejala Dehidrasi Pada Bayi

Sama halnya dengan gejala dehidrasi pada orang dewasa, dehidrasi pada bayi dan anak-anak pun dibagi menjadi dua, dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Berikut beberapa gejala yang sering muncul.

Dehidrasi Ringan

  • Mulut dan bibir kering
  • Ketika menangis tidak mengeluarkan air mata
  • Rewel dan tidak aktif
  • Tidak kuat untuk menyusui
  • Warna urin lebih gelap dari biasanya dan baunya lebih menyengat
  • Popok kering meski sudah 6 jam

Dehidrasi berat

  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Tubuh terlihat pucat
  • Selalu lemas dan mengantuk
  • Sesak nafas
  • Ubun-ubun menyusut
  • Mata terlihat cekung ke dalam

Ketika bayi sudah mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera lakukan pencegahan dan pengobatan sebelum efek dehidrasi semakin parah. 

Jika beberapa percobaan pengobatan sudah dilakukan namun tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan kondisinya kepada dokter untuk dilakukan penanganan dengan segera.

Cara Mengatasi Dehidrasi Pada Bayi

Ketika bayi mengalami dehidrasi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati dan cara mencegah dehidrasi. Beberapa cara ini dapat Anda lakukan sebagai pertolongan pertama ketika bayi mengalami dehidrasi. 

Kedua bahan ini sangat mudah didapatkan dan sangat aman untuk dikonsumsi oleh bayi karena mengandung bahan-bahan alami. 

Apa saja? Berikut beberapa cara untuk mencegah dan mengobati dehidrasi pada bayi.

Oralit

Oralit adalah obat yang paling umum diberikan kepada penderita diare. Obat ini sangat mudah didapatkan dan sangat aman untuk digunakan bagi anak-anak dan dewasa.

Oralit mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. 

Dosis oralit untuk anak-anak:

Bayi usia di bawah 2 tahun: 15 ml cairan oralit per kg berat badan, satu hari sekali.

Anak-anak usia 2-10 tahun: 50 ml cairan oralit per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama, kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya.

Oralit sangat bermanfaat ketika Anda mengalami dehidrasi akibat diare. Cara ini dipercaya sangat ampuh dan efektif untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang dibanding hanya dengan minum air saja.

Minuman Alami Pengganti Cairan Tubuh

Mengonsumsi cairan alami pengganti cairan tubuh seperti Renalyte bisa Anda lakukan jika Anda mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah.

Renalyte adalah larutan rehidrasi dan merupakan formulasi dari WHO. Renalyte cocok juga dikonsumsi untuk anak-anak karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril.

Cara-cara di atas dapat mencegah dan juga menyembuhkan dehidrasi. Namun jika dehidrasi tidak kunjung hilang, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat merusak organ yang ada di dalam tubuh atau bahkan dapat menyebabkan kematian.