Softlens atau lensa kontak menurut BPOM masuk ke dalam kategori alat medis. Karena bisa mempengaruhi kesehatan terutama mata. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memperhatikan aturan penggunaannya, termasuk memperhatikan kerusakan dan kadaluarsanya.

Banyak orang yang masih tetap menggunakan softlens mereka dalam waktu berbulan-bulan melebihi batas penggunaan dengan alasan masih nyaman digunakan. Jika Anda salah satu orang yang melakukan kebiasaan tersebut, sepertinya harus berpikir ulang.

Karena ada banyak bahaya dari penggunaan softlens yang sudah rusak atau kadaluarsa. Tidak mau kan mata rusak karena kecerobohan Anda sendiri? Pastikan untuk selalu menggunakan softlens yang masih steril dan dalam kondisi yang baik.

Ciri-Ciri Softlens Rusak atau Kadaluarsa

Setiap produk pasti memiliki batas waktu pemakaian, karena setelah melewati batas pemakaian bisa saja produk mengalami kerusakan dan akan berdampak negatif pada kesehatan pemakainya.

Tiap kali Anda membeli softlens baru pastikan untuk membaca petunjuk pemakaian produk. Perhatikan instruksi pemakaian dan juga tanggal kadaluarsa dari softlens yang Anda beli.

Jika Anda sudah melewatkan tahap itu, Anda bisa melihat ciri-ciri softlens rusak jika sudah timbul gejala seperti berikut:

Perubahan Bentuk

Ciri-ciri softlens yang sudah rusak adalah dengan adanya perubahan bentuk. Softlens yang masih dalam kondisi baik biasanya akan berbentuk cekung dan lingkar luar yang sempurna.

Jika softlens sudah berubah bentuk seperti memiliki kerutan maupun tertekuk, dan tak lagi cekung sempurna sebaiknya ganti softlens Anda dengan yang baru.

Perubahan Warna

Selain bentuk, perhatikan juga perubahan warna pada softlens. Softlens yang baru memiliki warna yang cerah dan lensa yang bening. Jika softlens Anda mulai memudar warnanya tak seperti saat pertama pemakaian, bisa jadi softlens tersebut sudah rusak dan memasuki masa kadaluarsa.

Goresan dan Tak Nyaman Saat Dipakai

Softlens yang rusak biasanya juga ditandai dengan munculnya banyak goresan. Saat digunakan softlens ini juga menimbulkan rasa tidak nyaman di mata.

Punya softlens dengan kondisi tersebut? Sebaiknya hentikan pemakaian dan ganti dengan softlens yang baru untuk mencegah iritasi mata.

Pandangan Jadi Buram

Ciri-ciri softlens rusak selanjutnya adalah keruh dan membuat pandangan menjadi buram. Softlens yang terlalu sering digunakan dan rusak biasanya akan semakin keruh. Semakin sering digunakan maka semakin tinggi kemungkinan kotoran menempel pada softlens yang Anda pakai.

Untuk memastikan softlens masih bisa dipakai atau tidak coba masukkan softlens Anda ke dalam larutan garam. Jika softlens tetap saja keruh, berarti softlens tersebut sudah rusak dan kadaluarsa. Jadi Anda tidak bisa menggunakannya lagi.

Bahaya Penggunaan Softlens Rusak atau Kadaluarsa

Meski masih terasa nyaman meski sudah dipakai berbulan-bulan, Anda harus tetap mengganti softlens dengan yang baru jika sudah melewati masa anjuran pakai. Karena ada ancaman kesehatan yang berbahaya jika Anda tetap menggunakan softlens yang rusak atau kadaluarsa.

Mata Kering

Kornea butuh pelumas berupa air mata untuk bekerja dengan baik. Softlens yang sudah rusak sangat mungkin kondisinya sudah tak sebagus saat awal dibeli dan mulai mengering seiring waktu.

Penggunaan softlens rusak atau kadaluarsa bisa membuat kornea kehilangan nutrisi yang ia butuhkan dari air mata dan ujungnya bisa menyebabkan mata kering. Sensasi gatal, perih, dan mata merah akan Anda alami dan bisa semakin parah.

Konjungtivitis

Penggunaan softlens yang sudah rusak juga bisa menyebabkan konjungtivitis atau mata merah. Konjungtivitis terjadi karena adanya peradangan pada selaput bening yang menjadi pelapis bagian depan mata Anda.

Peradangan ini bisa disebabkan karena infeksi bakteri yang ada pada softlens yang sudah rusak atau kadaluarsa. Peradangan akan membuat mata menjadi merah, berair, dan tak jarang menimbulkan rasa nyeri dan perih.

Infeksi Mata

Softlens yang rusak bisa saja menjadi rumah bagi banyak bakteri dan virus yang mampu menginfeksi mata Anda karena banyaknya kotoran yang menempel.

Infeksi bisa berawal dengan mata merah lalu menjadi lebih parah dan menyebabkan keratitis acanthamoeba hingga infeksi kornea. Keratitis merupakan kondisi peradangan atau inflamasi yang terjadi pada bagian kornea mata.

Jika Terlanjur Mengalami Kondisi Tersebut Apa Solusinya?

Apabila Anda sudah terlanjur mengalami kondisi-kondisi tersebut, maka sebaiknya segera lakukan perawatan pada mata Anda. Jika sakit yang ditimbulkan belum terlalu hebat, Anda masih bisa melakukan perawatan mandiri di rumah.

Caranya adalah membersihkan mata Anda dengan cairan pembersih mata khusus yang mampu membersihkan mata dari berbagai jenis kotoran dan meredakan peradangan. Anda bisa mencoba produk seperti Y-Rins, yang aman digunakan setiap hari meski tanpa resep dokter.

Y-Rins adalah obat pencuci mata yang dapat membantu membersihkan, menyejukkan, dan menyegarkan mata yang lelah dan sakit. Jika gejala Anda tidak juga reda setelah perawatan mandiri selama berhari-hari, sebaiknya segera kunjungi dokter.