Kalori adalah istilah yang mungkin tidak asing lagi di telinga Anda. Seringkali kalori menjadi ‘musuh’ yang harus dihindari ketika seseorang sedang menjalankan program diet. Apakah hal itu benar? 

Sebelum Anda memutuskan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi kalori ketika sedang menjalankan diet,  Anda perlu mengetahui terlebih dahulu. Apa fungsi dari kalori, serta berapa banyak kalori yang dibutuhkan per harinya?

Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Kalori Fungsinya Bagi Tubuh

Mengutip penjelasan dari kamus medis, kalori adalah satuan unit kandungan panas atau energi. Lebih jelasnya, kalori adalah jumlah energi yang didapatkan dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi serta energi yang dibakar melalui aktivitas sehari-hari. 

Sederhananya, kalori adalah energi yang dibutuhkan oleh tubuh agar dapat beraktivitas dan menjalankan fungsinya dengan baik sehari-hari. 

Makanan atau minuman yang dikonsumsi akan memberikan energi (kalori) pada tubuh Anda. Energi yang didapatkan akan digunakan sebagai bahan bakar tubuh untuk beraktivitas. Semakin aktif tubuh dalam bergerak, maka semakin banyak pula energi yang dibutuhkan. 

Setiap makanan memiliki jumlah kalorinya sendiri. Jumlah 

Kalori sebenarnya bukan zat gizi, vitamin, atau, nutrisi, tetapi kalori akan didapatkan dari beragam zat gizi seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Ketika zat gizi ketika sudah dicerna di dalam tubuh akan berubah menjadi kalori. 

Makanan dan minuman yang mengandung protein, lemak, dan karbohidrat pasti mengandung kalori. Hanya saja jumlahnya berbeda-beda. Makanan alami seperti buah dan sayur pasti memiliki jumlah kalori lebih rendah dibandingkan dengan makanan olahan.

Oleh karena itu, anggapan seseorang yang sedang menjalankan diet sebaiknya menghindari makanan yang berkalori sebenarnya kurang tepat. Karena, kalori sangat dibutuhkan manusia untuk dapat beraktivitas.

Cara paling tepat ketika ingin mengurangi berat badan adalah dengan mengonsumsi kalori yang tidak berlebihan.

Berapa Kalori yang Dibutuhkan Setiap Harinya

Berapa banyak kalori yang Anda butuhkan setiap harinya? 

Setiap tubuh manusia memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Anda dapat mengetahui berapa jumlah kalori yang Anda butuhkan setiap harinya. Hal ini sangat berguna untuk menghindari kondisi kelebihan atau kekurangan kalori. 

Bagi Anda yang sedang menjalankan diet pun penting untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan. Jika kalori terlalu banyak, maka proses untuk menurunkan berat badan akan menjadi semakin sulit. 

Di Indonesia, terdapat tabel panduan angka kecukupan gizi. Tabel tersebut memuat anjuran berapa banyak kalori yang dibutuhkan oleh masing-masing kelompok umur. Sebagai contoh:

  • Bayi berusia 7-11 bulan dengan berat badan 9 kg dan tinggi badan 71 cm membutuhkan energi 725 kkal per hari.
  • Laki-laki berusia 19-29 tahun dengan berat badan 60 kg dan tinggi 168 cm membutuhkan energi 2725 kkal per hari.
  • Wanita berusia 19-29 tahun dengan berat badan 54 kg dan tinggi 159 cm membutuhkan energi 2250 kkal per hari.
  • Laki-laki berusia lebih dari 80 tahun membutuhkan energi sebesar 1525 kkal dan wanita pada usia yang sama membutuhkan energi 1425 kkal per hari.
  • Bagi wanita hamil, dibutuhkan tambahan energi sebesar 180-300 kkal per harinya, tergantung pada usia trimester kehamilannya. Begitu juga dengan ibu menyusui, pada 6 bulan pertama dibutuhkan tambahan energi hingga 330 kkal dan tambahan 400 kkal pada 6 bulan berikutnya.

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori

Untuk mengetahui berapa banyak kalori yang Anda butuhkan setiap harinya, terdapat dua cara yang paling banyak digunakan, yaitu BMR dan rumus yang dianjurkan oleh WHO.

Basal Metabolic Rate (BMR) adalah jumlah energi yang dikeluarkan tubuh selama satu hari dalam kondisi istirahat atau tidak beraktivitas berat. Rumus BMR menggunakan persamaan Harris Benedict, yang direvisi oleh Roza dan Shizgal pada tahun 1984.

BMR memperhitungkan kebutuhan kalori seseorang dilihat dari jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta level aktivitas Anda. 

  • Rumus untuk menghitung kebutuhan energi pria yaitu= 66,5 + 13,8 x (berat badan dalam kilogram) + 5 x (tinggi badan dalam cm) dibagi dengan 6,8 x usia.
  • Sementara untuk wanita= 655,1 + 9,6 x (berat badan dalam kilogram) + 1,9 x (tinggi badan dalam cm) dibagi dengan 4,7 x usia.
  • Hasil dari penghitungan ini kemudian dikalikan dengan faktor aktivitas fisik. 
    • Aktivitas sedentari (tidak banyak melakukan aktivitas) = KKB x 1,2
    • Aktivitas ringan = KKB x 1,375
    • Aktivitas sedang = KKB x 1,55
    • Aktivitas berat = KKB x 1,725
    • Aktivitas sangat berat = KKB x 1,9

Sedangkan rumus WHO (World Health Organization) lebih sederhana serta tidak memperhitungkan berat badan.

Rumus WHO dibagi sesuai dengan kategori umur. Sebagai contoh, untuk mencari kebutuhan energi wanita berusia 18-29 tahun, digunakan rumus 14,7 x (berat badan dalam kilogram) + 496.

Sementara untuk mencari kebutuhan energi pria usia 18-29 tahun, digunakan rumus 15,3 x (berat badan dalam kilogram) + 679. Hasilnya kemudian dikalikan dengan faktor aktivitas fisik.

Apa yang Terjadi Ketika Tubuh Kelebihan atau Kekurangan Kalori

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari jenis kelamin, umur, serta aktivitas sehari-hari. Seorang atlet tentu akan membutuhkan kalori yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pekerja kantoran.

Meski membutuhkan jumlah kalori yang berbeda-beda, namun efek yang akan dihasilkan ketika seseorang kekurangan atau kelebihan kalori akan sama. 

Jika kalori yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan akan timbul gangguan yang dapat merugikan kesehatan Anda.

Efek Tubuh Kekurangan Kalori

Ketika kekurangan kalori, tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Hasilnya, aktivitas Anda sehari-hari bisa terganggu karena tidak mendapatkan energi yang cukup. 

Tidak hanya itu saja, kekurangan kalori memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh seperti:

  • Sistem peredaran darah terganggu
  • Kesehatan Sistem Saraf Otak Terganggu
  • Tidak Punya Tenaga
  • Gangguan Hormon
  • Gangguan Kesehatan, Rambut, Kulit, dan Kuku
  • Kelaparan
  • Gangguan Pada Otot
  • Sistem Metabolisme Tubuh Melambat

Efek Tubuh Kelebihan Kalori

Sama halnya seperti kekurangan kalori, ketika kalori yang disimpan dalam tubuh terlalu banyak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh. Untuk itu, Anda perlu menjaga baik-baik jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Jika kalori yang berada di dalam tubuh terlalu banyak maka risiko yang dapat timbul adalah:

  • Obesitas
  • Kerusakan Otot dan Hati
  • Gangguan Dinding Arteri
  • Risiko Kanker
  • Dehidrasi
  • Kerusakan Organ Ginjal
  • Sembelit
  • Hipertensi
  • Produksi Lemak Meningkat

Cara Untuk Membakar Kalori yang Mudah dan Efektif

Cara paling efektif untuk membakar kalori adalah dengan berolahraga. Tapi Anda juga dapat membakar kalori cukup efektif dengan melakukan beberapa hal lainnya yang umum dilakukan sehari-hari. Apa saja?

Berikut beberapa kegiatan sehari-hari yang mudah dan cukup efektif untuk membakar kalori. 

Tertawa

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Vanderbilt University Medical, tertawa ternyata dapat membantu Anda untuk membakar kalori. 

Tertawa selama 10 hingga 15 menit dapat membakar sekitar 50 kalori. Jumlah ini sama dengan membakar satu bar cokelat.

Jika Anda rutin tertawa selama 10 hingga 15 menit sehari, dalam setahun Anda dapat menurunkan berat badan hingga 4 kilogram

Tertawa meningkatkan detak jantung sebesar 10 hingga 20 persen. Ketika detak jantung meningkat, akan terjadi peningkatan metabolisme tubuh meningkat. Hal ini membuat pembakaran kalori tubuh. 

Selain dapat membantu membakar kalori, ternyata tertawa memiliki banyak manfaat positif lainnya yang dapat dirasakan oleh tubuh.

Diantaranya adalah membantu tubuh melawan penyakit, meningkatkan kapasitas otak ketika belajar, dapat meredam rasa sakit, hingga menurunkan tekanan darah yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Aktif Bergerak Disertai Mengonsumsi Fat Burner

Semakin aktif tubuh bergerak, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Jika Anda seseorang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu yang cukup untuk berolahraga, Anda tidak perlu khawatir. 

Aktif bergerak seperti berjalan dapat menjadi cara yang ampuh untuk membakar kalori. Di sela-sela kesibukan Anda, coba untuk banyak melakukan perenggangan atau banyak berjalan untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga untuk membakar kalori. 

Agar proses pembakaran kalori dan lemak lebih efektif dan cepat, Anda dapat mengonsumsi suplemen makanan pembakar lemak seperti Slendy.

Slendy adalah tablet hisap pembakar lemak (fat burner) pertama di Indonesia. Sebagai fat burner, Slendy membantu untuk mempercepat proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Lemak yang tertimbun di dalam tubuh merupakan penyebab perut buncit, berat badan bertambah, dan juga penyebab utama penyakit seperti jantung. 

Jadi selain dapat menurunkan berat badan, membakar lemak dalam tubuh pun memiliki dampak positif bagi kesehatan.

Mandi Air Dingin Sebelum Tidur

Ketika sudah menjalankan aktivitas sehari-hari yang melelahkan, banyak orang yang memilih untuk mandi air hangat agar membuat badan lebih tenang dan rileks. 

Sayangnya hal ini kurang efektif dan baik jika Anda ingin menurunkan berat badan. Menurut sebuah penelitian, mandi air dingin di malam hari dapat membakar 400 kalori. 

Jadi selain mandi air dingin sebelum tidur baik untuk menjaga kesehatan dan membunuh kuman, mandi air dingin pun terbukti dapat membantu Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Membersihkan Rumah atau Mencuci Kendaraan

Jika Anda ingin membakar kalori namun tidak memiliki waktu untuk berolahraga, coba luangkan waktu di akhir pekan untuk membersihkan rumah atau mencuci kendaraan.

Kegiatan ini selain dapat membuat tempat tinggal Anda bersih, terbebas dari sarang penyakit, kegiatan ini efektif untuk membakar kalori. 

Ketika Anda membersihkan jendela, sebenarnya Anda sedang membakar kalori sekitar 65 kalori. Belum lagi jika Anda juga membersihkan lantai, membersihkan kamar mandi, dan hal lainnya.

Jadi, selain rumah Anda menjadi bersih, membersihkan rumah juga membuat Anda berkeringat.