Semua orang pasti pernah mengalami kram kaki. Kondisi kram kaki terjadi karena kontraksi atau menegangnya otot kaki dengan kuat yang terjadi secara tiba-tiba dengan sendirinya. Durasinya juga bervariasi, bisa berlangsung beberapa detik namun ada pula yang sampai 10 menit.

Kram kaki bisa terjadi pada bagian betis, telapak kaki, hingga jari-jari. Pada beberapa kasus, kram kaki bukanlah hal yang membahayakan, namun bisa jadi tanda gangguan kesehatan. Berikut ini cara mengatasi kram kaki yang bisa Anda coba.

Penyebab Kram Kaki

Sebelum membahas cara mengatasi kram kaki, mari bahas terlebih dahulu mengapa Anda mudah sekali mengalami kram kaki. Kram kaki terjadi karena beberapa sebab, seperti berikut ini:

Dehidrasi

Ketika tubuh kita kekurangan cairan, tubuh mudah mengalami kram kaki. Hal ini karena ketika dehidrasi ujung-ujung saraf menjadi lebih sensitif. Saat kondisi ini, saraf akan mudah berkontraksi berlebihan dan menekan ujung saraf motorik sehingga menyebabkan kram kaki. 

Dehidrasi berat hingga menyebabkan gangguan elektrolit juga dapat menyebabkan terjadinya kram kaki.

Kelelahan

Aktivitas yang padat seharian penuh hingga membuat Anda kelelahan juga bisa menyebabkan kram kaki. Hal ini terjadi karena ketika tubuh merasa lelah, maka nutrisi dalam tubuh akan ikut menghilang. 

Kelelahan juga menyebabkan kram kaki di malam hari ketika tidur, hal ini karena kelelahan otot dan disfungsi saraf. Mereka yang suka olahraga berlebihan, memiliki risiko untuk mengalami kram kaki saat tidur.

Kekurangan Mineral

Tidak hanya kekurangan cairan, kram kaki juga bisa disebabkan karena tubuh Anda kekurangan elektrolit atau mineral dalam tubuh seperti, natrium, kalsium, kalium, potasium, dan magnesium yang dapat menimbulkan kram kaki.

Posisi Duduk dan Berdiri

Jika Anda sedang dalam keadaan duduk lama namun tiba-tiba diharuskan berdiri, biasanya Anda akan mengalami kram kaki. Perlu diketahui, lenturnya otot ditentukan oleh keseimbangan postur tubuh setiap hari. 

Kehamilan

Kram kaki juga umum dialami oleh ibu hamil, terutama jika kandungan mereka sudah masuk dalam trimester dua atau tiga. Kondisi ini terjadi karena ibu hamil rentan kekurangan potasium dan magnesium. Bisa juga terjadi karena aliran darah ke kaki tidak lancar.

Cara Mengatasi Kram Kaki

Setelah Anda mengetahui apa saja yang menjadi penyebab kram kaki, berikut ini cara mengatasi kram kaki dengan berbagai cara.

Peregangan

Cara pertama adalah melakukan peregangan.Anda dapat melakukan peregangan sederhana, Rilekskan otot yang kram dengan pijat-pijat ringan, atau bisa juga dengan menggerakan kaki secara perlahan.

Kenakan Alas Kaki yang Nyaman

Kurangi kebiasaan Anda menggunakan sepatu yang berhak tinggi, Pilihlah alas kaki dengan sol yang sedikit tebal dan empuk yang mendukung tubuh Anda.

Mandi atau Kompres Air Hangat

Banyak profesional seperti peneliti atau ahli fisik merekomendasikan hal ini. Mandi air hangat atau kompres dengan air hangat bisa mengatasi kram kaki karena akan membuat otot-otot kaki menjadi mengendur. 

Anda juga bisa menambahkan garam Epsom (garam yang mengandung magnesium dan sulfur) sebagai magnesium tambahan diluar tubuh.

Latihan Teratur

Peregangan yang dilakukan secara rutin akan membuat otot kaki menjadi rileks sehingga tidak mudah mengalami kram kaki. Anda bisa melakukan jalan-jalan santai saja untuk membuat otot di kaki Anda berkontraksi dan memberi sinyal otot-otot untuk lebih rileks.

Magnesium

Untuk dapat mengatasi kram kaki, Anda perlu menambah asupan magnesium. Magnesium dapat Anda dapatkan di pisang, ubi, bayam, kacang-kacangan, dan yoghurt.

Makanan tersebut terbukti baik untuk menjaga kekuatan dan kelenturan otot.

Hidrasi

Konsumsi banyak cairan untuk mengatasi kram. Cara ini mungkin lambat namun banyak minum air putih juga mengurangi ketidak seimbangan elektrolit dalam tubuh sehingga kram tidak mudah terjadi. 

Kebutuhan elektrolit juga bisa Anda dapatkan dalam air kelapa. Saat ini juga sudah banyak cairan yang punya banyak kandungan elektrolit alami yang dikombinasikan dengan air kelapa, seperti Renalyte. Renalyte baik dikonsumsi sebagai minuman untuk dehidrasi dan dapat berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang. dengan rasa cocopandan yang enak dan steril.

Untuk mendapatkan Renalyte juga mudah karena tergolong dalam obat dehidrasi berlogo hiijau sehingga tidak memerlukan resep dokter. 

Penuhi kebutuhan elektrolit tubuh untuk hindari kram kaki dengan Renalyte.