Apakah Anda memiliki pekerjaan dimana harus duduk dalam waktu lama? Tuntutan pekerjaan dan kondisi lingkungan, maupun kebiasan malas gerak, bisa mendorong seseorang duduk dalam waktu lama. Padahal ternyata aktivitas duduk terlalu lama ini memiliki potensi bahaya bagi kesehatan.

Duduk terlalu lama dapat membuat otot dan sendi semakin lemah dan kaku karena kurang bergerak. Selain itu kebiasaan ini  juga bisa mempengaruhi metabolisme tubuh melambat dan mempengaruhi kinerja dalam mengatur tekanan darah, kadar gula dalam darah, dan pemrosesan lemak.

Sebuah penelitian menyebut, orang yang memiliki pekerjaan dimana harus duduk dalam waktu lama seperti sopir bus, memiliki risiko terserang penyakit jantung 2 kali lebih tinggi. Selain itu masih ada beberapa penyakit lain yang disebabkan karena duduk terlalu lama.

Penyakit yang Muncul Akibat Duduk Terlalu Lama

Selain membuat Anda sering merasa pegal dan lelah, duduk terlalu lama ternyata dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi tubuh Anda. Apa saja? Berikut risiko penyakit yang dapat muncul akibat duduk terlalu lama.

Obesitas

Secara tidak sadar duduk terlalu lama membuat Anda makan lebih banyak dan akibatnya berat badan juga ikut naik. Apalagi jika Anda juga tidak melakukan olahraga dengan rutin maka penumpukan lemak menjadi lebih parah.

Selain obesitas, perut buncit juga bisa terjadi karena pelepasan molekul seperti lipoprotein lipase, yang mengolah lemak dan gula tubuh semakin berkurang. Akibatnya Anda lebih mungkin terkena sindrom metabolik dan memiliki perut buncit.

Diabetes

Kebiasaan duduk terlalu lama juga bisa membuat sensitivitas tubuh anda terhadap insulin berkurang. Akibat dari kondisi ini adalah kadar gula dalam darah akan melonjak tinggi karena tidak terjadi proses konversi menjadi energi oleh otot. 

Diabetes menjadi ancaman dari kondisi ini. Jika Anda sudah mengalami obesitas ditambah dengan diabetes maka dampak buruk lainnya adalah penurunan fungsi seksual dan reproduksi.

Penurunan Kinerja Otak

Saat tubuh bergerak maka otot akan bergerak memompa darah dan oksigen ke otak lalu memicu pelepasan zat kimia dalam otak.

Namun jika Anda tidak aktif dan duduk terlalu lama maka proses ini tidaklah terjadi. Akibatnya otak mengalami penurunan performa karena kurangnya suplai oksigen dan peredaran darah yang lambat.

Wasir/Ambeien

Wasir atau ambeien juga bisa menyerang Anda yang memiliki kebiasaan duduk terlalu lama. Hal ini karena terjadinya tekanan pada pembuluh darah vena di daerah rektum atau anus.

Tekanan ini menyebabkan terjadinya peradangan inilah yang menyebabkan wasir. Jika Anda mengalami wasir, Anda bisa memanfaatkan obat yang terjual bebas di apotek.

Salah satunya adalah Clofen. Clofen adalah obat ambeien alami yang mengandung bahan-bahan tradisional yang mampu melancarkan BAB serta meredakan peradangan pada area rektum.

Risiko Penyakit Jantung

Saat Anda duduk terlalu lama maka kadar troponin dalam tubuh akan melonjak. Troponin sendiri adalah protein yang diproduksi sel otot jantung saat merasa kesakitan. Oleh karena itu, tingginya kadar zat ini erat kaitannya dengan risiko penyakit jantung.

Selain itu dilansir dari webmd, jika kita duduk terlalu lama otot membakar lebih sedikit lemak, sirkulasi darah jadi lebih lambat, dan membuat asam lemak lebih mudah untuk menyumbat peredaran darah ke jantung. 

Kondisi inilah yang meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, meningkatkan kolesterol, dan berbagai masalah lainnya. 

Nyeri Kronis

Karena kurangnya bergerak, maka Anda rentan mengalami nyeri kronis. Mulai dari leher, punggung, tulang belakang, dan pinggul. Nyeri dan pegal pada leher dan tulang belakang terjadi karena posisi yang tidak nyaman.

Postur duduk yang tidak benar juga bisa menekan cakram pada tulang belakang dan akibatnya timbul rasa nyeri yang menetap dalam jangka waktu cukup lama (kronis).

Proses Penuaan Dini

Ternyata duduk terlalu lama juga bisa membuat Anda menua lebih cepat. Jika Anda duduk lebih dari 10 jam perhari, maka Anda berisiko mengalami penuaan 8 tahun lebih cepat. Bahkan hal ini memiliki potensi yang lebih tinggi pada perempuan.

Kondisi ini disinyalir berkaitan dengan kondisi telomeres atau topi ujung untai DNA yang melindungi kromosom dari kerusakan menjadi lebih pendek ukurannya.

Tips Mencegah Risiko Penyakit Akibat Duduk Terlalu Lama

Jika memang Anda tidak bisa menghindari kondisi dimana harus duduk dalam waktu lama. Maka Anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko penyakit akibat duduk terlalu lama.

  • Selingi untuk olahraga kecil atau peregangan. Bisa dengan berdiri lalu berjalan dan gerakkan tubuh Anda.
  • Saat naik kendaraan umum, Anda lebih baik memilih untuk berdiri.
  • Jika Anda harus berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain dalam jarak yang tak terlalu jauh, pilihlah untuk berjalan kaki daripada naik motor atau kendaraan lain.
  • Ketimbang menaiki lift, coba sesekali naik tangga saja.
  • Ketika di rumah maksimalkan waktu untuk bergerak seperti membersihkan rumah, atau melakukan hobi lain seperti memasak, bersepeda, atau berenang.

Beberapa cara di atas hanyalah contoh sederhana. Anda bisa mencari cara Anda sendiri agar lebih aktif dan mengurangi durasi duduk dalam waktu lama.